Skip to main content

Posts

Writer’s Pick: Music Speak #1

Okay.. setelah tidak lama menulis karena kesibukan magang dan perayaan jauh sebelum pra kelulusan (skripsi maksudnya), saya akan mencoba membuat sebuah kompilasi, tentang musik-musik yang sedang sering saya dengar, dan pandangan saya tentang musik tersebut. Musik bercerita, dan setiap orang yang mendengarkan musik tertentu pasti memiliki pemaknaan tersendiri tentang musik itu. Banyak yang ingin saya tuangkan, tetapi jika hanya berbentuk curhatan pasti akan terlihat basi dan ngga enak dilihat, jadi biarkan saya yang malu-malu ini, berkeluh-kesah dengan diwakilkan oleh lagu, and then, let the music speak.. 1.          FOUR GET ME A NOTS – Song of The Cloud . Banyak trio band punk yang bisa menggugah selera musik saya, tetapi FOUR GET ME A NOTS mungkin adalah satu-satunya yang melekat, perpaduan suara vokalis wanita dengan harmonisasi masing-masing pentolannya, banyak menenggelamkan diri saya dalam sesi sentimentil, tanpa harus terlihat sedih. D...

Mimpi

Aku pernah memimpikan langit begitu tinggi Begitu cerah, indah membiru  Aku pernah bermimpi Betapa langit begitu sama Jujur dan tidak berbeda  Aku memimpikan langit yang tinggi Yang sulitnya untukku gapai Aku melihat langit yang begitu tinggi Dari kejauhan Rumah, 17 Mei 2014

Utopia, Negeri Antah Berantah

Nun jauh disana, ada negeri yang katanya sama dengan surga, rakyatnya tidak memakai baju, telanjang tanpa sehelai benang pun menutupi. Di negeri itu, rakyatnya tidak bekerja, mereka tidak mengenal uang, nir-ketamakan. Mereka tidak tamak karena memang tidak memiliki hak kepemilikan atas suatu barang, bahkan untuk bagian tubuh mereka sendiri, mereka tidak memilikinya. Memang, Utopia adalah negara yang selalu diidam-idamkan, katanya. Negeri Utopia sudah bergaung, bahkan sejak abad ketujuh Sebelum Masehi bergulir. Saat itu Hesiodus, sangat mendambakan dirinya untuk bisa pergi ke Utopia. Katanya, “aku sangat mendambakan negara, dimana manusianya tidak memiliki nafsu dina untuk memiliki, tidak ada ‘milikku’ dan ‘milikmu’, semuanya hidup senang dengan adil karena ada cukup barang bagi semua.” Banyak yang mendambakan, atau setidaknya berandai-andai untuk bisa pergi ke sana. Mulai Plato, Socrates, Aristoteles, Thomas Moore, sampai Karl Marx. “Di Utopia tidak ada perang!” Kata P...